Indah Untuk Dikenang, Tidak Untuk Diulang


Pusdikpom AP II Gelombang 5 Hallo gaes, jumpa lagi nih sama blogger yang makin hari makin-makin aja.Seperti yang sudah saya janjikan, saat berada di Military Zone IIMS 2015 (baca Seru-seruan di hari terakhir IIMS 2015), pada kesempatan kali ini saya ingin berkisah gimana rasanya kalau kalian melamar pekerjaan, untuk posisi staf perkantoran, yang notabene-nya kerja diruang ber-AC dan betah berpandang-pandangan dengan layar komputer kesayangan, tiba-tiba ikut dalam pendidikan militer..?? simak kisahnya berikut ini. Josshh…

Hal inilah yang saya dan rekan-rekan alami. Sebagai salah satu syarat untuk bergabung dalam perusahaan plat merah ini, kami diwajibkan untuk mengikuti pendidikan mental dan kepribadian di Cimahi, Bandung. Tak tanggung-tanggung, yang melatih kami adalah polisi militer. Wew, kurang greget apa coba 😛

Dikumpulkan di area lapanganparkiran kantor, kami dibariskan terlebih dahulu sebelum masuk truck. Awalnya semua berjalan normal, hingga tiba-tiba bentakan demi bentakan kami terima. Seperti dikejar-kejar oleh waktu, kami pun dipaksa bergerak cepat. Lalu kami pun dipersilahkan naik truck untuk diangkut menuju suatu tempat, yang bakal kami kenang dan takkan kami lupa seumur hidup.

Perjalanan panjang yang melelahkan dengan truck pasukan pun akhirnya tiba di suatu tempat,dimana kami akan dibina dan ditempa, selama kurang lebih 3 minggu ke depan.Yah hanya 3 minggu, namun itu bagi mereka yang berada di luar lingkungan pusdikpom ini, dan nampaknya hal itu tidak berlaku bagi kami yang sedang berada di dalamnya.

Seperti yang sudah saya beritahukan sebelumnya, bahwa kami seperti berkejaran dengan waktu. Belum sempat truck berhenti, bentakan dan teriakkan seperti irama musik underground yang bersaut-sautan. Lalu kami dibariskan kembali sebelum pintu masuk utama. Diberi pengarahan oleh para pendidik dan pengawas, kami pun diminta untuk berguling dan merayap. Haiyah, belum apa-apa sudah kotor baju putih kami. Hixhixhix

Diminta baris per pleton, kami pun masuk secara bersama-sama dalam satu barisan, dengan gerakan ala militer tentunya. Dan tepat di depan pos penjagaan, kami diminta jongkok. Lah, salah apalagi ini..?? Ternyata langkah kami tidak sama dalam berjalan, dan itu menjadi sebuah hukuman yang wajib kami terima. Kemudian kami dipersilahkan kembali berjalan, tetap dengan posisi jongkok tentunya 😀 Well, kalau boleh jujur dari 5 pleton itu, semuanya berantakan (gimana mau kompak, orang diajarin aja belum, hehehe).

Diarahkanlah kami menuju sebuah aula, disana rupanya kami akan mendapat seragam kebesaran. Yah, benar-benar kebesaran. Bahkan rekan seranjang-sependeritaan saya, sebut saja Arief, memakai seragam tersebut seperti memakai baju kokoh. Yah, kebesaran dan kedodoran, huahaha 😀

Setelah kami masing-masing mendapat perlengkapan selama diklat, seperti seragam, tas, sepatu serta kebutuhan untuk mandi dan belajar, kami pun dibawa ke barak untuk mengetahui tempat istrihat yang telah disediakan. Jangan bayangkan tempat tersebut seperti hotel, karena yang kalian butuhkan selama disana hanyalah tempat untuk meluruskan badan dan memejamkan mata walau tidak sampai pulas.Tak berselang lama, kami kembali dikumpulkan dilapangan, untuk gladi kotor persiapan acara pembukaan esok pagi. Akan jadi malam yang singkat. Hingga akhirnya kami diijinkan kembali ke barak untuk istirahat, agar badan fit pada pembukaan esok hari.

Sebelum tidur, kami memaksakan diri untuk bebersih terlebih dahulu. Sepertinya badan ini minta untuk segera dibersihkan dari keringat dan debu-debu yang diakibatkan oleh kegiatan seharian tadi. Dan lagi-lagi jangan bayangkan dapat mandi dengan santai seperti di kamar mandi hotel, karena dapat bersih dengan tempo yang sesingkat-singkat diantara puluhan laki-laki adalah sebuah karunia yang luar biasa kala itu. Dan akhirnya kami pun tertidur pulas.

Bangun pagi, untuk kemudian mandi dan sesegera mungkin berada di tempat makan lengkap dengan segala atribut yang kami kenakan. Makanannya sebenarnya enak, hanya saja waktu yang diburu-buru memaksa kita untuk tidak dapat menikmatinya. Dan acara pembukaan pun segera dimulai. Jreng jreng jreeenggg…

Pusdikpom AP II Gelombang 5Dihadiri oleh petinggi perusahaan, membuat kami harus tampil sangat baik pada hari pertama kali ini. Semua berjalan sangat khidmat, tenang dan teratur. Masih sama seperti pada acara-acara upacara kala sekolah dulu. Hanya saja diselingi oleh acara serah terima para calon siswa didik dari perusahaan kepada pihak Polisi Militer selaku pendidik. Hingga akhirnya acara selesai dan kami pun diarahkan menuju ke lapangan, dengan posisi jalan jongkok.

Kami yang telah berbaris dengan rapih dilapangan, mendapatkan pengarahan tambahan hingga akhirnya pembukaan acara Pendidikan dan Pelatihan Mental Kepribadian secara resmi pun dibuka. Tak ada suara tabuhan gong atau pengguntingan pita yang umum dilakukan, yang ada hanyalah suara ledakan meriam yang diiringi bentakan demi bentakan dari para pendidik dan pelatih.

Ditengah hiruk-pikuk dan suasana dibawah tekanan kala itu, kami yang sangat-amat frustasi dan kebingungan serta kaget, diminta untuk merayap, merangkak dan berguling. Stres..?? Jelas, hal yang pasti menimpa kami. Tapi ada satu hal yang tak akan saya lupa. Ketika kami sedang merayap, salah satu rekan satu pleton, maaf gak mau nyebut nama tapi panggil aja dia Reza (maaf keceplosan), mengalami accident berupa celana robek. Dan itu cukup besar hingga memperilhatkan pakaian dalamnya. Huahahahaha 😀

Okeh, sudah cukup acara lelah-lelahnya, kami pun dipersilahkan untuk makan siang, dan itu dilakukan ditengah-tengah lapangan. Sedang asik-asiknya makan yang diiringi oleh bentakan khas para pelatih, kami dikejutkan kembali oleh suara dentuman meriam, itu tanda bahwa kami harus bersembunyi. Seketika kami pun menyebar, ada yang bersembunyi dibalik dinding, dibalik pohon, dan didalam parit. Tak lama kami pun diminta untuk kembali ke tempat makan semula, dan itu dalam waktu yang singkat, hingga tak sedikit dari kami yang tertukar piring makannya 😀

Untuk mempersingkat waktu, kita langsung menuju ke kelas. Maksud saya, jam pelajaran kelas. Nah, mungkin inilah hal yang paling dinanti-nantikan oleh kami para siswa, karena hanya di kelas kami terbebas dari sengatan matahari dan dapat tertidur.

Perlu diketahui bahwa selama melaksanakan diklat ini, sudah tak ada jaim di antara kami. Aktivitas yang padat dari bangun tidur (jam 3 pagi) sampai tidur lagi (jam 11 malam), membuat kami mudah mengantuk. Baik wanita apalagi pria, tak malu-malu jika sudah ngantuk yang teramat-sangat, bisa tidur dimanapun dan kapanpun. Bahkan ketika kami sedang dibariskan di tengah lapangan yang disinari teriknya matahari pun dapat tertidur dalam posisi berdiri, sikap sempurna. Sungguh karunia yang luar biasa, zzZZZ..

Pelajaran demi pelajaran kami terima. Saya akan coba jabarkan satu per satu. Kita mulai dari hanmars (ketahanan marsyarakat), dimana kami diajak berjalan sejauh 25 kilometer, keluar masuk kampung, sambil bernyanyi lagu-lagu yang telah diajarkan kepada kami.

Minum air es pada siang hari bolong, bagi orang-orang yang tinggal di luar Pusdikpom adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Apalagi bagi kami yang sedang dikarantina kala itu. Dan yang bisa kami lakukan hanyalah menelan ludah, sambil membayangkan rasa manisnya melalui kerongkongan kami. Hixhixhix

Lanjut ke BDM alias Bela Diri Militer. Hampir sama seperti beladiri pada umumnya, hanya saja Bela Diri Militer dilakukan secara militer, haduh.. gimana jelasinnya yah, yah pokoknya gitu-deh-lah-yah. Beruntungnya pelatih kami di mata pelajaran ini tak begitu sangar, hingga kami dapat bersenda gurau dan tak begitu stress. Tapi tetap harus patuh pada aturan yang ada, karena salah-salah kami bisa ketibanan balok kayu yang beratnya minta ampun itu.

Mountenering atau kalau bahasa awam-nya Outbond. Nah kalau ini yang paling seru, karena pelajaran yang satu ini kita dapat sedikit bersenang-senang. Senang-senang disini bukan berarti kami bebas, tidak sama sekali. Hanya saja pada mata pelajaran kali ini, kami di ajak untuk melawan rasa takut. Ada ratapan tali, meluncur, dll (maaf saya lupa nama lainnya, mungkin mau menambahkan..??)

Nah berikutnya jauh lebih seru dari Mountenering, yakni Latihan Berganda di Bumi Perkemahan Cikole. Kalau ini beneran Outbond, karena kami berada jauh dari Pusdikpom, dengan alam terbuka. Hampir sama seperti Mountering, karena ini adalah penerapan ilmu yang diajarkan dan di terapkan di alam. Tambahannya adalah Caraka Malam atau jerit malam (bener kan ya..??) Nah kalau ini ceritanya kami diminta untuk menyampaikan pesan ke garis finish tapi jangan sampai bocor di tengah jalan oleh musuh. Horor sih suasananya, tapi ada lucunya.

Jadi ceritanya waktu itu saya dengan Sandita, karena kami hanya diijinkan jalan berdua, sedang menyusuri jalan setapak dengan patokan seutas tali. Nah setelah melewati beberapa pos, kami diganggu oleh hantu. Hantunya sih bohongan, tapi kami tetap lari kerena diteriakin suruh cepat :D, nah pas lari tali yang kami pegang kok ilang..?? Disini kami panik dan bertanya pada hantu, eh maksudnya pembina kami.

“Ndan, ini talinya ilang gimana nih..???”
“Ah, masa ilang..??”

Seakan tak percaya, lalu para hantu yang tadinya ingin menakut-nakuti kami malah sibuk nyariin tali penanda untuk kami. Bermodalkan senter untuk menerangi area sekitar, mereka sibuk mencari tali penunjuk arah. Lah kenapa jadi malah kami yang ngerjain pembina 😀

“ini tali-nya ada, aah dasar Gundul. Sana cepat jalan lagi.”

Setelah misi kami semua selesai dilaksanakan, maka kami diijinkan untuk tidur. Tapi diberitahu sebelumnya bahwa suatu saat kami akan dibangunkan dengan tiba-tiba. Oleh karenanya, kami tertidur lengkap dengan atribut lengkap dari ujung kepala sampai kaki.

Benar saja, pukul 2 pagi kami semua dibangunkan untuk senam seperti biasa, dan itu tanpa busana atas alias bertelanjang dada. Kebayangkan dinginnya puncak, pake jaket aja masih kedinginan, nah ini cuma pakai celana dan sepatu. Bbrrr, tapi ternyata gerakan demi gerakan yang terus berulang membuat badan kami semakin hangat bahkan cenderung panas. 😀

Setelah sarapan, kami digiring kembali ke atas untuk belajar tentang survival atau bertahan hidup ketika di hutan. Di sini kami diajarkan tentang tumbuhan dari jenis apa saja yang dapat dimakan ataupun dilarang. Bermodalkan kayu bakar, kami pun memakan hasil panggangan yang kami jumpai seperti jagung dan ubi. Tapi gak lama waktu makan siang kami dikasih nasi box, Lah ini gimana…?? 😀

Ditengah rutinitas kami yang padat dengan pelajaran dan latihan, pihak manajemen dari perusahaan pun meminta waktu satu hari untuk kami melakukan team building. Nah kalo ini beneran games untuk membentuk tim yang solid, karena kami di arahkan untuk menyatukan orang-orang yang berbeda-beda karakter dalam satu tim dan harus kompak agar tujuan utamanya tercapai.

Awalnya tim yang ada saya di dalamnya, rompi pink, menduduki posisi pertama karena kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan misi yang diberikan. Tapi karena ada tim lain yang lebih cepat, maka kami harus berpuas diri berada di posisi ke dua.

Tak terasa kami sudah memasuki hari-hari terakhir menuju ke penutupan diklat (iya, sekarang sih gak kerasa, waktu ngejalaninnya sih, ah syudahlah… 😀 ) Sebagai persembahan dan untuk menujukkan hasil jerih payah kami selama berada di Pusdikpom, maka kami diminta untuk menunjukkan atraksi. Latihan yang cukup keras, pagi-siang-malam, ternyata sangat membantu kami untuk perform pada hari H penutupan diklat.

Dibagi menjadi 2 (dua) gerakan, PBB dan BDM, kami sudah seperti pasukan terlatih yang sedang tampil. Gerakan patah-patah dan suara yang amat lantang, membuat para petinggi perusahaan dan para pendidik bedecak kagum atas hasil didikannya.

Tak henti sampai di situ, kami lanjutkan atraksi kami dengan tarian khas prajurit yang diiringi lagu dangdut berjudul Klepek-klepek, membuat para petinggi perusahaan dan petinggi Pusdikpom bergoyang bersama kami.

Dan akhirnya….Pusdikpom pun secara resmi dinyatakan di tutup. Alhamdulillah…

Walau sudah secara resmi ditutup dan kami sudah diijinkan untuk pergi pesiar, namun aturan selama berada di lingkungan Pusdikpom tetap diterapkan, seperti di ruang makan misalnya. Ditengah keceraian kami, Bang Jasa, yang kala itu dengan suka-rela menjadi petugas piket,coba untuk memberikan aba-aba persiapan makan. Entah saking gembiranya karena sudah ditutup atau karena suaranya sudah habis teriak-teriak selama 3 (tiga) minggu full, membuat suaranya lenyap.

Aba-aba yang seharusnya lantang diteriakkan, hanya menjadi seperti suara kucing kejepit, pernah denger..?? Yah kira-kira begitulah, walau sudah diulang beberapa kali tidak berubah, hingga akhirnya Pembina kami yang tak tega menggantikannya dengan siswa lain. Sepanjang makan kami sibuk menahan tawa akibat kejadian tadi.

Hingga pagi hari, saat dimana kami harus berpisah dengan suasana seperti ini pun sudah tiba. Tanah yang sempat kami gulingi, rayapi, bahkan kami muntahi ini, udara yang segar ini, air tanah ini, aah semua akan segera kami tinggalkan. Begitu banyak kenangan yang kami dapat disini, takkan cukup kata untuk melukiskan semuanya.

Terima kasih yang sebanyak-banyaknya bagi para Pembina dan Pengawas di Pusdikpom, maaf saya tidak bisa menyebutkan satu per satu, yang sudah sabar dalam menghadapi dan mendidik kami. Bentakkan dan hukuman dari kalian akan kami rindukan.

Juga bagi rekan-rekan senasib seperjuangan, walau pun kini kita ditempatkan di unit dan kantor cabang yang berbeda-beda, ingatlah bahwa dulu kita pernah berguling, merayap, merangkak, push up, dan dijemur bersama-sama. Tertawa dan menangis bersama, berpadu dalam satu ikatan dan satu suara, Gelombang 5.

Sebagai penutup, marilah kita nyanyikan lagu kebangsaan kita 😀

Tinggalkan Ayah, Tinggalkan Ibu
Ijinkan Kami pergi berjuang
Di bawah kibaran Sang Merah-Putih
Majulah ayo maju menyerbu…Serbu

Tidak kembali pulang, sebelum Kita yang menang
Walau mayat terdampar di medan perang
Demi Bangsa, kamilah berjuang

Maju ayo maju ayo terus majuuu..
Singkirkan dia, dia, dia
Kikis habislah mereka,
Demi Negara Indonesia

Wahai kawan ku, Karyawan AP II
Dimana engkau berada
Teruskan perjuangan para pahlawan
Demi Bangsa, Ku rela berkorban

Pusdikpom AP II Gelombang 5Pusdikpom AP II Gelombang 5Pusdikpom AP II Gelombang 5 Pusdikpom AP II Gelombang 5 Pusdikpom AP II Gelombang 5 Pusdikpom AP II Gelombang 5 Pusdikpom AP II Gelombang 5Pusdikpom AP II Gelombang 5foto lengkapnya via album facebook

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s